Rasio jumlah feedback QA yang ditemukan pada fase requirement & design dibandingkan dengan jumlah feedback QA yang ditemukan pada fase development.
Tujuannya untuk menunjukkan seberapa besar QA mampu melakukan shift-left dengan menemukan isu sedini mungkin.
Contoh :
Pada Sprint 12, ketika fase requirement & design review QA memberi total 8 feedback. Kemudian ketika fase development QA memberi total 18 feedback.
Total Feedback Requirement/Design
Total Feedback Development
EFR ≥ 1 → Very High
QA sangat aktif memberikan feedback di awal, sehingga potensi masalah bisa dicegah lebih cepat. Tim development jadi lebih efisien karena lebih sedikit bug muncul di tahap development. EFR 0.7 – 0.9 → High
Keseimbangan pencegahan dan deteksi sudah baik. QA menangkap cukup banyak potensi masalah di awal, tapi masih ada sebagian yang ditemukan di fase development. EFR 0.3 – 0.69 → Balanced
Sebagian besar feedback baru ditemukan saat development berjalan. Masih ada ruang untuk lebih aktif di fase awal supaya defect bisa ditekan lebih dini. EFR < 0.3 → Low
Mayoritas feedback datang terlambat (saat development). Bisa jadi karena QA kurang dilibatkan sejak awal atau requirement kurang jelas. Perlu evaluasi proses requirement review. Catatan:
Jumlah feedback di development biasanya lebih tinggi karena fokusnya adalah menemukan defect setelah implementasi.
Yang ingin kita ukur dengan EFR bukan untuk membuat angka lebih tinggi dari development, tapi untuk memastikan sebisa mungkin masalah besar sudah ditemukan sejak fase awal, sehingga meminimalisir temuan diluar requirement ketika fase development.