JavaScript required
We’re sorry, but Coda doesn’t work properly without JavaScript enabled.
Skip to content
Riset Kuantitatif & Kualitatif - LOVISE To Purwokerto
Masterplan Pembukaan Toko di Purwokerto
Proses Analisis LOVISE Purwokerto
LOVISE
More
Share
Explore
Tenaga Kerja & Pasar Karyawan
Kontribusi Pendapatan Kerja Laki-laki vs Perempuan
Tenaga Kerja & Pasar Karyawan
Penduduk Miskin & Garis Kemiskinan (Banyumas, 2014–2024)
Tenaga Kerja & Pasar Karyawan
→ kemiskinan menurun tajam.
Kesimpulan Hasil Analisa Data Mengenai Tenaga Kerja & Pasar Karyawan
Sintesis Tabel
Kontribusi Pendapatan Laki-laki vs Perempuan (2020–2024)
Laki-laki masih dominan (~2x lipat perempuan).
Namun tren kontribusi perempuan naik stabil → inklusi gender meningkat.
Persentase Tenaga Kerja Profesional (2011–2020)
Awal dekade: laki-laki dominan (60–65%).
Akhir dekade: hampir setara (50:50).
→ Kesetaraan gender dalam tenaga kerja profesional makin nyata.
Penduduk Miskin & Garis Kemiskinan (2014–2024)
Jumlah miskin turun dari 340 ribu → 207 ribu.
Persentase miskin turun dari 22,9% → 11,9%.
Garis kemiskinan naik dari Rp190 ribu → Rp500 ribu/kapita/bln → standar hidup naik.
Dampak Banyumas → Purwokerto
Purwokerto sebagai
kota pendidikan & jasa
jadi pusat penyerapan tenaga kerja profesional, terutama perempuan.
Penurunan kemiskinan dan kenaikan garis kemiskinan =
kelas menengah Purwokerto makin kuat
, tapi biaya hidup makin tinggi.
Tenaga kerja urban Purwokerto cenderung lebih berpendidikan, lebih produktif, dan daya belinya lebih tinggi dibanding rata-rata Banyumas.
SWOT Final Kategori 6 (Purwokerto)
Strengths:
Tenaga kerja profesional gender-balanced.
Kelas menengah tumbuh pesat, kemiskinan menurun.
Purwokerto jadi magnet tenaga kerja terdidik.
Weaknesses:
Kesenjangan gender pendapatan masih ada.
Biaya hidup tinggi (garis kemiskinan naik pesat).
Segmen bawah rentan di perkotaan.
Opportunities:
Pasar karyawan middle class urban → captive market untuk F&B, lifestyle, properti.
Segmen perempuan berdaya beli → peluang sektor retail, wellness, pendidikan.
UMKM naik kelas dengan basis konsumen middle class.
Threats:
Urbanisasi berlebih → bisa tekan infrastruktur & biaya hidup.
Migrasi tenaga kerja muda/profesional ke kota besar.
Inflasi bisa menggerus daya beli meski garis kemiskinan naik.
Want to print your doc?
This is not the way.
Try clicking the ··· in the right corner or using a keyboard shortcut (
Ctrl
P
) instead.