Jumlah Tindakan per Divisi
Beberapa divisi memiliki lebih dari 3 tindakan. Contoh: Purchasing memiliki 9 tindakan di diagram awal. Tidak ada pembatasan kegiatan per divisi.
Struktur Kalimat Tindakan
Banyak kalimat tidak diawali dengan awalan "Me-". Contoh: "Apakah Produk Sudah Ada", "Apakah Barang Lolos QC" → bentuk pasif/interogatif.
Tidak konsisten. Ada bentuk perintah, bentuk pertanyaan, dan frasa pasif. Tidak selalu jelas siapa pelaksananya.
Format dalam Box Tindakan
Umumnya hanya berisi Predikat atau frasa umum tanpa menyebut subyek. Contoh: "Melakukan QC" → tidak menyebut pelaksana (subyeknya siapa).
Ada divisi yang melakukan dan memvalidasi sendiri. Contoh: Inventory menerima barang, melakukan QC, dan menyusun laporan tanpa validasi dari pihak lain.
HR hanya muncul sebagai pelaksana "Evaluasi Kesiapan SDM Internal", bukan evaluator lintas proses seperti ditetapkan di versi final.
Diagram Purchasing dan Inventory terpisah, tidak membentuk satu alur dari R&D ke Marketing. Alur tidak jelas mana awal dan akhirnya.
Banyak tindakan tidak dimulai dengan “Me-”. Contoh: "Membuat PO", "Melakukan QC", "Apakah Barang Lolos QC" → tidak aktif dan kurang terukur.
Bahasa operasional kurang tajam. Tindakan seperti "Menyusun Brief Produk" atau "Mengajukan Resume" tidak spesifik dalam konteks output atau standar kerja.
Kontrol dan Audit ISO 9001
Struktur belum memenuhi prinsip: siapa mengerjakan apa, siapa memvalidasi, dan bagaimana evaluasi dilakukan. Tidak siap untuk audit sistem manajemen mutu.