PROJECT IMPLEMENTATION PLAN (PiP)
Pembangunan Aplikasi DiTenun
Sistem Pendukung Kreasi Motif Tenun dan Penjualan Kain Ulos
Dipersiapkan untuk:
Institut Teknologi Del
Jl. Sisingamangaraja, Sitoluama, Laguboti, Sumatera Utara
Dipersiapkan oleh:
[Kelompok Praktikum]
Teknik Informatika – Semester Genap 2025/2026
15 Mei 2026
Persetujuan Dokumen
Pihak yang menandatangani dokumen ini menyatakan sudah mereview Project Implementation Plan untuk pembangunan Aplikasi DiTenun dan menyetujui isinya. Perubahan terhadap dokumen ini akan dikoordinasikan dan disetujui kembali oleh pihak-pihak yang menandatangani.
Revision History
1. Project Charter
Pembangunan Aplikasi Web DiTenun
1.1 Latar Belakang dan Sejarah
Tenun Ulos adalah salah satu warisan budaya Indonesia, khususnya budaya Batak Toba, yang memiliki nilai estetika, spiritual, dan ekonomi yang tinggi. Namun, industri tenun tradisional saat ini menghadapi berbagai tantangan seperti terbatasnya variasi motif, sulitnya memasarkan produk secara luas, serta kurangnya dokumentasi digital mengenai motif dan sejarah Ulos.
Aplikasi DiTenun hadir sebagai solusi digital yang bertujuan untuk melestarikan dan mengembangkan ekosistem tenun Ulos melalui teknologi. Aplikasi ini diinisiasi dalam rangka mata kuliah Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) Semester Genap 2025/2026 di Institut Teknologi Del.
1.2 Tujuan dan Sasaran
Memberikan alat bantu digital bagi penenun untuk menghasilkan variasi motif Ulos baru secara efisien. Menyediakan platform e-commerce yang memudahkan penjualan kain Ulos hasil tenun secara daring. Mendokumentasikan dan menyebarkan informasi mengenai sejarah, budaya, dan profil penenun Ulos melalui fitur UlosPedia. Membantu penenun dalam melakukan pewarnaan digital pada motif yang sudah dibuat.
1.3 Ruang Lingkup
Ruang lingkup pembangunan Aplikasi DiTenun mencakup:
Modul autentikasi: Login dan registrasi untuk Admin, Penenun, dan Pembeli. Modul kreasi motif: Upload motif asal, generasi variasi motif baru, drag-and-drop kertas kerja, dan pewarnaan motif. Modul galeri: Galeri motif dan galeri Ulos yang dijual (dapat diakses tanpa login). Modul transaksi: Pembelian Ulos, notifikasi email dan SMS kepada pembeli. Modul UlosPedia: Informasi sejarah Ulos, profil penenun, dan artikel menarik (dapat diakses tanpa login). Modul admin: Manajemen konten galeri motif, produk Ulos, dan konten UlosPedia. Notifikasi: Email dan SMS untuk konfirmasi pembelian dan pengiriman. Yang TIDAK termasuk dalam ruang lingkup ini: fitur pembayaran terintegrasi (payment gateway), manajemen stok inventaris lanjutan, dan fitur live streaming tenun.
1.4 Permasalahan / Peluang
Permasalahan utama yang diselesaikan oleh Aplikasi DiTenun adalah keterbatasan penenun tradisional dalam mengeksplorasi variasi motif baru dan jangkauan pasar yang terbatas. Dengan digitalisasi proses kreatif dan penjualan, Aplikasi DiTenun membuka peluang bagi penenun untuk meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, dan sekaligus melestarikan warisan budaya Ulos kepada generasi muda.
1.5 Kebutuhan Utama
Server web hosting dengan kapasitas penyimpanan minimal 50 GB. Database relasional (MySQL/PostgreSQL). Framework pengembangan: Laravel (Backend) dan React.js (Frontend). Layanan email SMTP untuk notifikasi transaksi. API SMS Gateway untuk notifikasi pengiriman. Akun penyimpanan cloud untuk gambar motif dan produk Ulos. Tools desain antarmuka (Figma atau Adobe XD).
1.6 Asumsi, Risiko & Ketergantungan
2. Project Management Plan
2.1 Pendahuluan
Dokumen Project Implementation Plan (PiP) ini menjelaskan pendekatan manajemen proyek yang akan digunakan dalam pembangunan Aplikasi DiTenun. PiP mencakup rencana manajemen jadwal, kualitas, komunikasi, dan deliverables proyek. Dokumen ini menjadi acuan utama bagi seluruh anggota tim dalam melaksanakan proyek.
2.2 Pendekatan Manajemen Proyek
Proyek pembangunan Aplikasi DiTenun menggunakan metodologi Agile dengan pendekatan iteratif. Setiap iterasi (sprint) berlangsung selama 1-2 minggu dengan output berupa increment yang dapat dievaluasi. Peran dalam proyek ini adalah sebagai berikut:
Institut Teknologi Del / Kaprodi
Menyediakan sumber daya dan memberikan persetujuan akhir
2.3 Milestone List
2.4 Work Breakdown Structure (WBS)
Berikut adalah rincian pekerjaan (Work Breakdown Structure) untuk fase pembuatan dokumen teknis Aplikasi DiTenun:
Review studi kasus, identifikasi aktor, fitur utama
2.5 Quality Management Plan
Rencana manajemen kualitas untuk proyek DiTenun mencakup hal-hal berikut:
Setiap dokumen harus direview minimal oleh 2 (dua) anggota kelompok sebelum finalisasi. Penulisan dokumen menggunakan Bahasa Indonesia yang baik, benar, dan formal. Format dokumen mengikuti template resmi Institut Teknologi Del. Diagram UML yang digunakan harus konsisten antara satu dokumen dengan dokumen lainnya. Semua dokumen harus bebas dari kesalahan ejaan (spell check) sebelum dikumpulkan. Versi dokumen dicatat di Revision History di setiap dokumen.
2.6 Communication Management Plan
2.7 Deliverables
Lampiran-1: Informasi Kontak Tim
Catatan: Isi kolom yang masih kosong dengan data kelompok yang sebenarnya sebelum mengumpulkan dokumen ini.