SOP Penanganan Bug Aplikasi
Dokumen ini menjadi acuan resmi tim QA dalam menangani bug aplikasi, mulai dari laporan awal customer, analisa bug, eskalasi ke PMO Dev Ops, pengujian pra rilis, rilis ke production, pengecekan pasca rilis, hingga pembuatan dan publikasi changelog.
Informasi Dokumen
Tujuan
Menetapkan alur kerja tim QA dalam menangani bug aplikasi agar proses analisa, eskalasi, validasi, rilis, dan dokumentasi berjalan tertib, jelas, terukur, dan konsisten.
Ruang Lingkup
SOP ini berlaku untuk:
Bug yang dilaporkan customer, CO, CCO, atau end user Bug yang memerlukan eskalasi ke PMO Dev Ops Validasi hasil perbaikan oleh QA Publikasi changelog untuk kebutuhan aplikasi dan internal Fingerspot Pihak yang Terlibat
QA Analyst / Tim QA
Menerima tiket, melakukan analisa awal, simulasi, validasi bug, dan komunikasi awal pada tiket.
PIC QA Software (QA-7)
Menangani bug aplikasi yang sudah terverifikasi, membuat tiket ke PMO Dev Ops, melakukan pengujian pra rilis dan pasca rilis, serta membuat changelog.
PMO Dev Ops
Menerima tiket eskalasi bug, mengoordinasikan perbaikan dengan tim developer, memberikan estimasi waktu, dan membuat tiket QA Analyst setelah perbaikan selesai.
Tim Developer / Dev Ops
Melakukan perbaikan bug dan rilis ke production.
Customer / CO / CCO / End User
Pihak pelapor kendala atau bug.
Status Penanganan Bug
Alur Utama Penanganan Bug
Tiket bug masuk dari customer QA melakukan analisa dan simulasi Jika terverifikasi bug, tiket di-assign ke PIC QA Software (QA-7) QA-7 membuat tiket ke PMO Dev Ops sesuai PIC terkait QA-7 meminta estimasi waktu penyelesaian Tim developer melakukan perbaikan PMO membuat tiket QA Analyst ke QA setelah perbaikan selesai QA-7 membuat checklist pra rilis dan melakukan pengujian Jika lolos QA, QA-7 merekomendasikan rilis Tim Dev Ops melakukan upload / rilis ke production QA-7 melakukan pengecekan pasca rilis QA menginformasikan changelog pada Library.fingerspot Tiket ditutup setelah seluruh proses selesai SOP Penanganan Bug dari Tiket Customer
1. Tiket Masuk
Tiket kendala atau bug diterima dari customer, CO, CCO, atau end user melalui sistem tiket.
2. Analisa Awal oleh QA
QA wajib:
membaca isi tiket secara menyeluruh memahami kendala yang dilaporkan melakukan simulasi atau reproduksi kendala memastikan apakah kendala termasuk bug atau bukan 3. Jika Kendala Bukan Bug
Jika hasil analisa menunjukkan bahwa kendala bukan bug, QA menangani tiket sesuai alur support biasa.
4. Jika Kendala Terverifikasi Sebagai Bug
Jika hasil analisa menunjukkan bahwa kendala merupakan bug, maka:
tiket di-assign ke PIC QA Software, yaitu QA-7 QA memberikan informasi pada tiket bahwa kendala sedang diteruskan untuk penanganan lebih lanjut status tiket diperbarui sesuai kondisi penanganan 5. Pembuatan Tiket ke PMO Dev Ops
QA-7 wajib membuat tiket internal ke PMO Dev Ops sesuai PIC masing-masing.
Isi tiket minimal harus memuat:
akun atau user terdampak jika ada environment pengujian jika relevan bukti pendukung seperti screenshot, video, log, atau data terkait 6. Permintaan Estimasi Waktu
QA-7 wajib meminta estimasi waktu penyelesaian saat membuat tiket ke PMO Dev Ops.
7. Perbaikan oleh Tim Developer
PMO Dev Ops meneruskan tiket kepada tim terkait untuk dilakukan perbaikan.
8. Setelah Perbaikan Selesai
Jika kendala sudah diperbaiki, PMO membuat tiket QA Analyst yang ditujukan kepada QA untuk proses validasi.
SOP Penanganan Bug dari Tiket PMO (QA Analyst)
1. Tiket QA Analyst Diterima
Tiket QA Analyst dari PMO diterima oleh QA-7 untuk proses validasi hasil perbaikan.
2. Pembuatan File Checklist Pra Rilis
QA-7 wajib membuat file checklist pra rilis sesuai format yang telah ditentukan.
3. Informasi Link Checklist pada Komentar Tiket
Link checklist wajib dicantumkan pada komentar tiket agar dapat dipantau oleh pihak terkait.
4. Pelaksanaan Pengecekan Pra Rilis
QA-7 melakukan pengecekan berdasarkan checklist pra rilis dengan cakupan sebagai berikut.
Kategori Pengujian Pra Rilis
Positif
Pengujian untuk memastikan sistem berjalan sesuai harapan saat menerima input, langkah, dan kondisi yang valid.
Tujuan: memastikan fitur berfungsi normal sesuai requirement.
Negatif
Pengujian untuk memastikan sistem memberikan respons yang benar saat menerima input, langkah, atau kondisi yang tidak valid.
Tujuan: memastikan sistem tetap aman, stabil, dan menampilkan validasi atau pesan error yang sesuai.
Boundary
Pengujian pada nilai batas minimum, maksimum, atau kondisi paling tepi dari suatu aturan input atau proses.
Tujuan: menemukan bug yang sering muncul di area batas validasi.
UI
Pengujian pada tampilan antarmuka aplikasi untuk memastikan elemen visual tampil dengan benar, rapi, konsisten, dan responsif.
Tujuan: memastikan tampilan aplikasi sesuai desain dan dapat digunakan dengan baik.
UX
Pengujian dari sisi pengalaman pengguna untuk memastikan alur aplikasi mudah dipahami, nyaman digunakan, dan tidak membingungkan.
Tujuan: memastikan interaksi user dengan sistem berjalan jelas dan efisien.
Integration
Pengujian untuk memastikan antar modul, komponen, atau layanan yang saling terhubung dapat bekerja bersama dengan benar.
Tujuan: menemukan masalah pada alur proses yang melibatkan lebih dari satu bagian sistem.
Performance
Pengujian untuk mengukur kecepatan, kestabilan, dan respons sistem saat digunakan dalam kondisi tertentu.
Tujuan: memastikan aplikasi tetap responsif dan tidak lambat saat digunakan.
Load
Pengujian untuk melihat kemampuan sistem saat menangani beban kerja normal atau jumlah pengguna tertentu secara bersamaan.
Tujuan: memastikan sistem tetap stabil pada beban penggunaan yang direncanakan.
Stress
Pengujian untuk mengetahui batas kemampuan sistem saat diberi beban melebihi kapasitas normal.
Tujuan: melihat kapan sistem mulai menurun atau gagal, serta bagaimana perilakunya saat overload.
Security
Pengujian untuk memastikan sistem terlindungi dari akses tidak sah, manipulasi data, dan celah keamanan.
Tujuan: mencegah risiko kebocoran data, penyalahgunaan akses, dan serangan pada aplikasi.
Keputusan Hasil Pengujian Pra Rilis
Jika Lolos QA
Jika hasil pengujian dinyatakan sesuai, maka:
QA-7 menginformasikan kepada PMO bahwa perbaikan lolos QA QA-7 memberikan rekomendasi untuk dilakukan upload atau rilis Jika Belum Lolos QA
Jika hasil pengujian belum sesuai, maka:
QA-7 mencatat detail temuan pada checklist QA-7 memberikan komentar pada tiket terkait hasil pengujian tiket dikembalikan ke PMO Dev Ops untuk tindak lanjut perbaikan Proses Rilis ke Production
1. Rilis Production
Setelah mendapat rekomendasi lolos QA, tim Dev Ops melakukan upload atau rilis ke production.
2. Penutupan Tiket QA Analyst
Tiket QA Analyst dapat ditutup setelah proses rilis dan validasi selesai seluruhnya.
Pengecekan Pasca Rilis
Tujuan
Memastikan bahwa perbaikan yang sudah dirilis benar-benar berjalan baik pada production sesuai scope rilis.
Pelaksanaan
QA-7 wajib melakukan pengecekan pasca rilis sesuai scope perubahan atau perbaikan yang telah dirilis.
Jika Hasil Sesuai
Proses validasi dinyatakan selesai.
Jika Hasil Tidak Sesuai
QA-7 wajib:
segera menginformasikan ke PMO Dev Ops mencatat detail temuan dengan jelas melakukan tindak lanjut sesuai tingkat urgensi membuat tiket lanjutan jika diperlukan Pembuatan Changelog
QA-7 wajib membuat changelog setelah pengecekan pasca rilis selesai.
Isi changelog minimal memuat:
nama fitur atau modul yang diperbaiki Publikasi Changelog
Changelog pada Aplikasi
QA-7 menyiapkan changelog untuk diinformasikan pada aplikasi sesuai format yang berlaku.
Changelog Internal
QA menginformasikan changelog pada Library.fingerspot untuk kebutuhan informasi internal Fingerspot.
Dokumen Wajib pada Penanganan Bug
tiket internal ke PMO Dev Ops Ketentuan Tambahan
Bug tidak boleh dieskalasikan tanpa informasi yang cukup Jika bug belum dapat direproduksi, QA wajib menggali informasi tambahan QA-7 wajib memantau estimasi waktu dari PMO Dev Ops Seluruh hasil pengujian dan dokumentasi wajib ditulis jelas dan konsisten Setiap bug yang sudah dirilis wajib melalui pengecekan pasca rilis Larangan dalam Penanganan Bug
meneruskan bug tanpa analisa awal membuat tiket eskalasi tanpa kronologi yang jelas melewatkan pembuatan checklist pra rilis merekomendasikan rilis tanpa hasil pengujian menutup proses tanpa pengecekan pasca rilis tidak membuat changelog setelah rilis selesai mengabaikan follow up atas estimasi yang sudah diberikan