Skip to content

3. Strategi Target Marketing (Mengikuti Model STP)

Segmenting:

Gunakan hybrid segmentation—gabungkan demografi, psikografi, dan perilaku. Tindak lanjut lewat analisis klaster terhadap data nyata (misalnya repeat buyer vs deal-prone) seperti model a posteriori (, , , ).

Targeting:

Prioritaskan:
Keluarga Muda & Milenial sebagai high volume segments.
Profesional Mapan & Repeat Buyers sebagai high value segments.
UMKM/B2B sebagai niche segment strategis.

Positioning:

Keluarga Muda:
“Sofa modern, nyaman, dan friendly budget untuk memulai rumah impian.”
Profesional Mapam:
“Sofa berkualitas premium, desain elegan, dilengkapi garansi dan layanan personal.”
Milenial:
“Sofa aesthetic harga bersahabat, cocok buat feed Instagram – mudah cicil!”
Repeat Buyers:
“Loyalty rewards, perbaikan & upgrade—kami jaga tinggalkan kesetiaan Anda.”
UMKM/B2B:
“Sofa custom dan bulk untuk branding usaha Anda—buktikan kualitas Lovise.”

4. Profil Target Marketing (Persona)

Table 1
Persona
Ciri & Kebutuhan Utama
Arif & Sinta
Pasangan muda, baru punya rumah; butuh sofa nyaman, custom, dengan harga fair.
Dewi
Profesional mapan; cari sofa elegan & durable + layanan premium.
Raka
Milenial & pekerja baru; ingin desain keren dengan budget terbatas & opsi cicilan.
Pak Budi
Loyal customer; kompromikan kualitas & dorong repeat order via perk loyalty.
Bu Rani
Pemilik kafe/resto; butuh sofa custom branding, harga grosir, untuk estetika venue.
There are no rows in this table

5. Kesimpulan & Rekomendasi Taktis

Terapkan segmentasi hybrid dan cluster analysis (a posteriori) untuk memahami perilaku pelanggan nyata.
Prioritaskan inbound (tetap melaksanakan outbound marketing) dan digital marketing untuk Milenial dan Keluarga Muda; gunakan premium-touch campaign untuk Profesional Mapan.
Bangun loyalty program dan penawaran bulk B2B untuk memperkuat hubungan repeat customer dan segmen UMKM.

Want to print your doc?
This is not the way.
Try clicking the ··· in the right corner or using a keyboard shortcut (
CtrlP
) instead.