Stabilitas politik pasca kabinet baru, fokus dukungan UMKM.
Kenaikan PPN 12% mulai berlaku membuat belanja awal tahun sedikit tertahan.
Gaya hidup rumah nyaman pasca-libur akhir tahun meningkat.
Lonjakan traffic marketplace & iklan digital awal tahun.
Tren interior natural meningkat.
Pengawasan pajak marketplace mulai diberlakukan.
📈 Omset awal cukup kuat; efek new year sale menahan dampak pajak.
Kebijakan fiskal baru terkait impor bahan baku diterapkan.
Inflasi naik tipis, daya beli menurun.
Pola belanja pasca-liburan melambat.
Penurunan performa algoritma marketplace setelah promo besar.
Keterlambatan suplai bahan kayu dari Jawa Timur.
Penyesuaian harga produk.
📉 Omset turun 30–40%. Fokus shifting ke produk mid–low price.
Pemerintah dorong pameran properti nasional & event “Bangga Buatan Indonesia”.
Kredit perumahan naik, tapi sektor interior tumbuh.
Antusiasme konsumen tinggi untuk perabot rumah.
Shopee Live & TikTok Shop gencar kampanye “Rumah Impian”.
Awareness produk ramah lingkungan meningkat.
Relaksasi bea bahan produksi lokal.
🚀 Omset melonjak (puncak Maret). Efek sinergi event + digital activation.
Tidak ada perubahan regulasi besar.
Efek Lebaran – pengeluaran rumah tangga dialihkan ke konsumsi mudik.
Aktivitas retail offline menurun pasca-Lebaran.
Penurunan traffic digital 25–30%.
Cuaca ekstrem (pengiriman tertunda).
Pajak e-commerce mulai diaudit oleh DJP.
📉 Omset turun tajam (hingga -43%). Fokus digital belum pulih.
Pemulihan aktivitas pasca-Lebaran.
Daya beli masih rendah; spending bergeser ke kebutuhan pokok.
Konsumen belum kembali ke belanja non-esensial.
CPM iklan digital naik.
Produksi kayu tertahan akibat cuaca.
Pemeriksaan sertifikat SVLK meningkat.
⚠️ Omset tetap lemah; hanya stabil karena kontribusi offline.
Program pemerintah daerah DIY dorong sektor industri kreatif.
Inflasi mulai terkendali.
Mulai ada aktivitas wedding season (permintaan sofa meningkat).
TikTok Shop stabil, mulai naik kembali.
Awareness sustainability makin tinggi.
Tidak ada regulasi baru.
📈 Omset Lovise mulai naik +20%. Momentum promosi tematik efektif.
Program subsidi UMKM diperpanjang.
Konsumsi masyarakat mulai pulih.
Peningkatan minat belanja perabot untuk rumah baru.
Algoritma marketplace lebih ramah konten interaktif.
Cuaca lebih stabil (distribusi lancar).
Penyesuaian pelaporan pajak Q2.
🔄 DM naik +12%, Lovise turun -30%. Konsumen shifting ke segmen harga menengah.
Momentum Hari Kemerdekaan → aktivitas retail meningkat.
Daya beli meningkat karena bonus tahunan dan THR sektoral.
Gaya hidup “bangga produk lokal” meningkat.
Lonjakan konten lokal di marketplace & media sosial.
Produksi meningkat; logistik lancar.
Inspeksi kepatuhan produk meningkat.
📈 Lovise naik signifikan +68%, DM stabil. Efek event & kampanye nasional.
Persiapan kebijakan fiskal akhir tahun.
Konsumsi mulai melemah; simpanan meningkat.
Pasar interior melambat (back to school season).
Penurunan traffic online, konversi turun.
Tren furnitur ramah lingkungan berlanjut.
Audit kepatuhan UMKM berlangsung.
📉 Omset turun moderat; indikasi perlambatan menuju Q4.