Skip to content
image.png
Tabel Pertumbuhan Omset DM dan LV
Bulan
Omset DM (Rp)
Growth DM (%)
Omset Lovise (Rp)
Growth Lovise (%)
Total Gabungan (Rp)
Growth Total (%)
Januari
2,225,977,527
984,736,490
3,210,714,017
Februari
1,292,682,353
-41.93%
914,053,121
-7.18%
2,206,735,474
-31.27%
Maret
2,127,597,807
+64.59%
2,098,937,534
+129.63%
4,226,535,341
+91.53%
April
1,579,076,438
-25.78%
815,670,625
-61.14%
2,394,747,063
-43.34%
Mei
1,567,217,310
-0.75%
601,279,364
-26.28%
2,168,496,674
-9.45%
Juni
1,469,466,750
-6.24%
726,833,110
+20.89%
2,196,299,860
+1.28%
Juli
1,654,927,224
+12.64%
490,652,600
-32.50%
2,145,579,824
-2.31%
Agustus
1,322,025,118
-20.11%
827,562,483
+68.74%
2,149,587,601
+0.19%
September
1,249,077,573
-5.52%
664,533,950
-19.68%
1,913,611,523
-10.99%
There are no rows in this table


🧭 Analisis PESTEL Bulanan – DM Group & Lovise 2025
Bulan
Political
Economic
Social
Technological
Environmental
Legal / Regulatory
Dampak terhadap Omset & Insight Strategis
Januari
Stabilitas politik pasca kabinet baru, fokus dukungan UMKM.
Kenaikan PPN 12% mulai berlaku membuat belanja awal tahun sedikit tertahan.
Gaya hidup rumah nyaman pasca-libur akhir tahun meningkat.
Lonjakan traffic marketplace & iklan digital awal tahun.
Tren interior natural meningkat.
Pengawasan pajak marketplace mulai diberlakukan.
📈 Omset awal cukup kuat; efek new year sale menahan dampak pajak.
Februari
Kebijakan fiskal baru terkait impor bahan baku diterapkan.
Inflasi naik tipis, daya beli menurun.
Pola belanja pasca-liburan melambat.
Penurunan performa algoritma marketplace setelah promo besar.
Keterlambatan suplai bahan kayu dari Jawa Timur.
Penyesuaian harga produk.
📉 Omset turun 30–40%. Fokus shifting ke produk mid–low price.
Maret
Pemerintah dorong pameran properti nasional & event “Bangga Buatan Indonesia”.
Kredit perumahan naik, tapi sektor interior tumbuh.
Antusiasme konsumen tinggi untuk perabot rumah.
Shopee Live & TikTok Shop gencar kampanye “Rumah Impian”.
Awareness produk ramah lingkungan meningkat.
Relaksasi bea bahan produksi lokal.
🚀 Omset melonjak (puncak Maret). Efek sinergi event + digital activation.
April
Tidak ada perubahan regulasi besar.
Efek Lebaran – pengeluaran rumah tangga dialihkan ke konsumsi mudik.
Aktivitas retail offline menurun pasca-Lebaran.
Penurunan traffic digital 25–30%.
Cuaca ekstrem (pengiriman tertunda).
Pajak e-commerce mulai diaudit oleh DJP.
📉 Omset turun tajam (hingga -43%). Fokus digital belum pulih.
Mei
Pemulihan aktivitas pasca-Lebaran.
Daya beli masih rendah; spending bergeser ke kebutuhan pokok.
Konsumen belum kembali ke belanja non-esensial.
CPM iklan digital naik.
Produksi kayu tertahan akibat cuaca.
Pemeriksaan sertifikat SVLK meningkat.
⚠️ Omset tetap lemah; hanya stabil karena kontribusi offline.
Juni
Program pemerintah daerah DIY dorong sektor industri kreatif.
Inflasi mulai terkendali.
Mulai ada aktivitas wedding season (permintaan sofa meningkat).
TikTok Shop stabil, mulai naik kembali.
Awareness sustainability makin tinggi.
Tidak ada regulasi baru.
📈 Omset Lovise mulai naik +20%. Momentum promosi tematik efektif.
Juli
Program subsidi UMKM diperpanjang.
Konsumsi masyarakat mulai pulih.
Peningkatan minat belanja perabot untuk rumah baru.
Algoritma marketplace lebih ramah konten interaktif.
Cuaca lebih stabil (distribusi lancar).
Penyesuaian pelaporan pajak Q2.
🔄 DM naik +12%, Lovise turun -30%. Konsumen shifting ke segmen harga menengah.
Agustus
Momentum Hari Kemerdekaan → aktivitas retail meningkat.
Daya beli meningkat karena bonus tahunan dan THR sektoral.
Gaya hidup “bangga produk lokal” meningkat.
Lonjakan konten lokal di marketplace & media sosial.
Produksi meningkat; logistik lancar.
Inspeksi kepatuhan produk meningkat.
📈 Lovise naik signifikan +68%, DM stabil. Efek event & kampanye nasional.
September
Persiapan kebijakan fiskal akhir tahun.
Konsumsi mulai melemah; simpanan meningkat.
Pasar interior melambat (back to school season).
Penurunan traffic online, konversi turun.
Tren furnitur ramah lingkungan berlanjut.
Audit kepatuhan UMKM berlangsung.
📉 Omset turun moderat; indikasi perlambatan menuju Q4.
There are no rows in this table


🔍 Pola Makro yang Terlihat (Synthesis)
Faktor Dominan
Dampak terhadap Omset
Implikasi Strategis 2026
Economic & Technological
Dua faktor paling berpengaruh terhadap fluktuasi omset.
Fokuskan integrasi marketing digital + stabilisasi pricing strategy.
Social & Environmental
Membentuk arah preferensi produk (eco-living, home comfort).
Branding “eco-premium” menjadi UVP Lovise.
Legal & Political
Stabil, namun beban compliance meningkat (pajak, sertifikasi).
Perlu sistem FAT & akuntansi otomatis untuk semua kanal.
There are no rows in this table

💡 Kesimpulan Strategis

Q1 & Q3 adalah kuartal penggerak omset tertinggi. → Buat kalender kampanye besar di bulan Maret dan Agustus setiap tahun.
Q2 cenderung lemah karena faktor ekonomi & sosial (Lebaran). → Fokus pada aktivitas awareness, bukan konversi penjualan.
Kestabilan omset DM Group dibanding Lovise menunjukkan pentingnya diversifikasi produk dan channel offline.
Lovise perlu memperkuat daya tahan digital & memperluas promosi tematik berbasis musim — misalnya:
Maret: “Rumah Baru, Sofa Baru”
Juni: “Wedding & Home Comfort Season”
Agustus: “Bangga Produk Lokal”


Want to print your doc?
This is not the way.
Try clicking the ··· in the right corner or using a keyboard shortcut (
CtrlP
) instead.