Skip to content

Sinyal 4-20mA vs 1-5V vs 3-15Psi

Okee sekarang kita masuk ke perbedaan sinyal-sinyal standar proses di dunia Instrumentasi , Markihas ( Mari kita Bahas ) !
1️⃣ SINYAL 4-20mA
Adalah sebuah sinyal arus standar yang dihasilkan oleh sebuah transmitter agar sebuah controller dapat mengerti bahasa/sinyal transmitter. Nah 4–20 mA dipakai di industri karena arus lebih stabil untuk jarak jauh dan tidak terpengaruh drop tegangan kabel seperti sinyal volt. Angka 4 mA dipilih sebagai “live zero”, artinya saat proses bernilai nol sistem tetap mengirim arus 4 mA sehingga kalau terbaca 0 mA bisa dipastikan itu kabel putus atau alat mati. Range sampai 20 mA dipilih karena cukup kuat melawan noise, aman untuk industri, dan bisa sekaligus memberi daya pada transmitter 2-wire.
Secara standar, penggunaan 4–20 mA diakui dalam IEC 60381-1 yang diterbitkan oleh International Electrotechnical Commission (IEC), dan praktiknya diperkuat oleh standar serta guideline dari ISA dan ANSI. Jadi 4–20 mA bukan cuma kebiasaan industri, tapi memang dibakukan secara internasional.
2️⃣ SINYAL 1-5V
Adalah sebuah sinyal tegangan standar yang dihasilkan oleh sebuah transmitter agar sebuah controller dapat mengerti bahasa/sinyal transmitter. Nah beda lagi nih , kalo Sinyal 1–5 V itu sebenarnya representasi tegangan dari 4–20 mA. Biasanya dipakai kalau input device membaca tegangan, bukan arus. Nilai 1 V mewakili 4 mA (0%) dan 5 V mewakili 20 mA (100%). Angka 1 V dipilih supaya tetap ada “live zero”, jadi kalau terbaca 0 V bisa dianggap fault atau kabel putus, bukan nilai proses nol.
Secara praktik, sinyal 1–5 V sering didapat dari hasil konversi 4–20 mA menggunakan resistor 250 ohm. Karena V = I × R, maka 4 mA × 250 Ω = 1 V dan 20 mA × 250 Ω = 5 V. Jadi sebenarnya 1–5 V itu turunan langsung dari sistem 4–20 mA. Namun dibanding arus, sinyal tegangan lebih sensitif terhadap noise dan drop kabel, sehingga lebih cocok untuk jarak pendek atau di dalam panel kontrol. Untuk jarak jauh di industri proses, 4–20 mA tetap lebih unggul. Secara standar, penggunaannya juga termasuk dalam kategori sinyal analog industri yang diakui dalam IEC 60381 oleh International Electrotechnical Commission (IEC).
3️⃣ SINYAL 3-15Psi
Adalah sebuah sinyal pneumatik/tekanan standar yang dihasilkan oleh sebuah transmitter pada zaman dahulu sebelum adalnya era elektronik agar sebuah controller yang mempunyai input pressure dapat mengerti bahasa/sinyal transmitter. Dia bekerja pakai tekanan udara instrumen, bukan listrik. Nilai 3 psi mewakili 0% proses dan 15 psi mewakili 100% proses. Kenapa mulai dari 3 psi, bukan 0 psi? Karena konsepnya sama seperti 4–20 mA, yaitu ada “live zero”. Kalau tekanannya 0 psi berarti ada kebocoran, supply udara hilang, atau sistem gagal, bukan nilai proses nol.
Rentang 3 sampai 15 psi dipilih karena stabil untuk kontrol valve pneumatik, cukup sensitif untuk kontrol proporsional, dan aman untuk sistem industri yang menggunakan instrument air sekitar 20 psi sebagai supply. Sistem ini banyak dipakai di industri lama seperti kilang dan pabrik kimia sebelum kontrol elektronik berkembang. Secara standar, sinyal 3–15 psi termasuk dalam standar sinyal kontrol proses yang diatur dalam IEC 60381 oleh International Electrotechnical Commission (IEC), yang mencakup baik sinyal listrik maupun pneumatik.

Want to print your doc?
This is not the way.
Try clicking the ··· in the right corner or using a keyboard shortcut (
CtrlP
) instead.