Skip to content

Sprint Retrospective

Sprint 1

Goal : Mengumpulkan kebutuhan sistem dari mitra (Desa Sibarani Nasampulu), melakukan klarifikasi melalui sesi tanya jawab, serta menyusun dokumentasi awal berupa SRS dan pembaruan CODA.
Kendala:
Keterbatasan waktu mitra Sulit menjadwalkan sesi tanya jawab karena kesibukan pihak Desa, sehingga proses klarifikasi kebutuhan menjadi terhambat.
Kebutuhan sistem belum terdefinisi dengan jelas Mitra belum sepenuhnya memahami kebutuhan detail sistem, sehingga informasi yang diberikan masih bersifat umum dan perlu digali lebih dalam.
Perbedaan pemahaman antara tim dan mitra Terjadi miskomunikasi terkait istilah teknis atau alur sistem, yang menyebabkan kebutuhan harus dikonfirmasi berulang.
Data pendukung belum lengkap Beberapa informasi penting (seperti alur kerja atau dokumen lama) belum tersedia, sehingga menyulitkan penyusunan SRS yang komprehensif.
Perubahan kebutuhan (requirement change) Kebutuhan dari mitra dapat berubah setelah sesi diskusi, sehingga memerlukan revisi pada SRS dan CODA.
Kesulitan dalam memformalkan kebutuhan ke dalam SRS Mengubah hasil wawancara menjadi dokumentasi formal (SRS) membutuhkan waktu dan ketelitian agar tidak terjadi kesalahan interpretasi.
Koordinasi tim yang belum optimal Pembagian tugas dalam menyusun SRS dan update CODA belum merata, sehingga ada potensi keterlambatan penyelesaian.
There are no rows in this table

Sprint 2

Goal : Mengonfirmasi dan memformalkan kebutuhan sistem melalui klarifikasi ulang dengan klien serta penyusunan dokumen analisis sistem.
Kendala:
Kesulitan dalam mendapatkan konfirmasi final dari klien Klien membutuhkan waktu untuk memastikan kembali kebutuhan sistem, sehingga proses validasi menjadi lebih lama.
Terjadi miskomunikasi saat klarifikasi ulang Perbedaan pemahaman antara tim dan klien terhadap kebutuhan sistem dapat menyebabkan informasi harus dikonfirmasi berulang.
Kebutuhan sistem masih berubah-ubah Saat proses klarifikasi berlangsung, klien dapat menambahkan atau mengubah kebutuhan sehingga mempengaruhi proses formalisasi.
Kesulitan menerjemahkan kebutuhan ke dalam bentuk formal Mengubah hasil diskusi menjadi dokumen analisis sistem yang terstruktur dan jelas membutuhkan ketelitian tinggi.
Kurangnya detail informasi dari klien Informasi yang diberikan masih bersifat umum sehingga tim harus melakukan interpretasi tambahan yang berisiko tidak sesuai.
Waktu penyusunan dokumen yang terbatas Penyusunan dokumen analisis sistem (seperti SRS) membutuhkan waktu cukup lama, sementara deadline terbatas.
Koordinasi internal tim kurang optimal Perbedaan pembagian tugas atau komunikasi dalam tim dapat memperlambat proses penyusunan dan validasi dokumen.
There are no rows in this table

Sprint 3

Goal : Menyiapkan fondasi sistem melalui pengumpulan data desa, perancangan basis data, serta penyusunan desain awal antarmuka website.
Kendala:
Keterbatasan akses data desa Data yang dibutuhkan tidak lengkap atau sulit diperoleh, sehingga menghambat proses pengumpulan informasi sebagai dasar sistem.
Data yang diperoleh tidak terstruktur Informasi dari desa masih dalam bentuk manual atau tidak rapi, sehingga membutuhkan waktu tambahan untuk pengolahan.
Kesulitan dalam menentukan struktur basis data Menentukan tabel, relasi, dan atribut yang sesuai dengan kebutuhan sistem memerlukan analisis yang cukup mendalam.
Perubahan kebutuhan data Selama proses perancangan, kebutuhan data dapat berubah sehingga mempengaruhi desain basis data yang sudah dibuat.
Kurangnya referensi desain antarmuka Tim kesulitan menentukan desain UI yang sesuai dengan kebutuhan pengguna desa karena minimnya contoh atau acuan.
Perbedaan persepsi dalam tim terkait desain Setiap anggota tim memiliki pandangan berbeda terhadap tampilan dan alur antarmuka, sehingga memperlambat proses desain.
Keterbatasan waktu pengerjaan Proses pengumpulan data, perancangan database, dan desain UI membutuhkan waktu yang cukup lama, sementara waktu pengerjaan terbatas.
Kurangnya pemahaman tools desain atau database Beberapa anggota tim belum terbiasa menggunakan tools seperti Figma atau DBMS, sehingga memperlambat pengerjaan.
There are no rows in this table

Sprint 4

Goal : Menyiapkan fondasi sistem melalui pengumpulan data desa, perancangan basis data, serta penyusunan desain awal antarmuka website.
Kendala:
Kesulitan dalam memulai implementasi dari desain ke kode Menerjemahkan desain UI/UX ke dalam bentuk kode seringkali tidak langsung sesuai, sehingga membutuhkan penyesuaian berulang.
Kurangnya pemahaman teknologi yang digunakan Beberapa anggota tim belum sepenuhnya menguasai framework atau tools yang dipakai (misalnya HTML, CSS, JavaScript, atau backend), sehingga memperlambat proses implementasi.
Terjadi error atau bug pada tahap awal pengembangan Kesalahan konfigurasi, coding, atau integrasi awal dapat menyebabkan aplikasi tidak berjalan dengan baik.
Integrasi antar komponen belum stabil Penggabungan antara frontend dan backend masih mengalami kendala, seperti data tidak terbaca atau API belum berjalan dengan baik.
Perubahan kebutuhan saat implementasi Kebutuhan sistem dapat berubah ketika mulai diimplementasikan, sehingga memerlukan revisi kode.
Struktur proyek belum rapi Penataan folder, penamaan file, atau arsitektur awal belum konsisten, sehingga berpotensi menyulitkan pengembangan selanjutnya.
Keterbatasan waktu pengerjaan Implementasi awal membutuhkan waktu cukup lama karena masih dalam tahap adaptasi dan percobaan.
Koordinasi tim kurang optimal Pembagian tugas yang belum jelas dapat menyebabkan pekerjaan tumpang tindih atau ada bagian yang belum dikerjakan.
There are no rows in this table

Sprint 5

Goal : Melakukan Implementasi lanjutan dalam Pembuatan Website Desa Sibarani Nasampulu
Kendala:
Perubahan arsitektur yang mendadak Peralihan dari monolitik ke microservices membuat struktur sistem harus diubah secara signifikan, sehingga pekerjaan sebelumnya perlu disesuaikan ulang.
Waktu adaptasi teknologi baru Tim membutuhkan waktu untuk memahami konsep microservices seperti service separation, API communication, dan deployment terpisah.
Kompleksitas sistem meningkat Dibandingkan monolitik, microservices menambah kompleksitas dalam pengelolaan banyak service, komunikasi antar service, dan debugging.
Kesulitan dalam membagi modul menjadi service Menentukan batasan tiap service (service boundaries) tidak mudah dan berisiko menyebabkan ketergantungan yang tinggi antar service.
Kendala dalam komunikasi antar service Implementasi API (REST atau lainnya) bisa mengalami masalah seperti error request, data tidak sinkron, atau latency.
Konfigurasi environment lebih rumit Diperlukan setup tambahan seperti Docker, container orchestration, atau API gateway yang belum sepenuhnya dikuasai tim.
Potensi bug meningkat Perubahan besar pada arsitektur meningkatkan kemungkinan munculnya bug baru, baik di level service maupun integrasi.
Koordinasi tim menjadi lebih sulit Setiap anggota mungkin menangani service berbeda, sehingga membutuhkan koordinasi yang lebih intens agar sistem tetap terintegrasi dengan baik.
Keterbatasan waktu pengerjaan Karena adanya perubahan besar, waktu yang tersedia menjadi terasa lebih sempit untuk menyelesaikan implementasi lanjutan.
There are no rows in this table

Sprint 6

Goal : Melakukan Implementasi lanjutan dalam Pembuatan Website Desa Sibarani Nasampulu
Kendala:
Perubahan arsitektur ke microservices di tengah implementasi Perubahan ini menyebabkan penyesuaian ulang pada implementasi front end dan back end yang sebelumnya sudah dirancang.
Ketidaksesuaian implementasi dengan desain awal Saat coding, ditemukan beberapa bagian desain (UI maupun sistem backend) yang sulit atau tidak optimal untuk diimplementasikan sehingga perlu penyesuaian.
Integrasi front end dan back end belum stabil Fitur yang sudah dibuat belum sepenuhnya terhubung dengan baik, seperti error pada API atau data yang tidak sinkron.
Pembagian tugas belum merata atau kurang jelas Beberapa developer mengalami beban kerja yang tidak seimbang atau kebingungan terhadap tanggung jawab fitur masing-masing.
Kurangnya komunikasi antar developer Karena pengerjaan fitur dilakukan secara paralel, terjadi miskomunikasi yang berdampak pada inkonsistensi hasil implementasi.
Kesulitan dalam penggunaan Git (branching & merge) Terjadi konflik saat penggabungan branch (merge conflict) atau kesalahan dalam pengelolaan repository.
Evaluasi dari Project Manager belum langsung diimplementasikan Masukan atau saran yang diberikan belum segera ditindaklanjuti oleh tim, sehingga perbaikan menjadi tertunda.
Bug dan error pada fitur yang sudah dibuat Masih terdapat kesalahan logika atau tampilan yang menyebabkan fitur belum berjalan sesuai harapan.
Keterbatasan waktu sprint Banyaknya task yang harus diselesaikan dalam satu sprint membuat beberapa fitur belum maksimal.
There are no rows in this table

Sprint 7

Goal : Melakukan Implementasi lanjutan dalam Pembuatan Website Desa SIbarani Nasampulu
Kendala:
Penyesuaian implementasi akibat perubahan sebelumnya (microservices) Implementasi front end dan back end harus disesuaikan kembali dengan arsitektur baru, sehingga beberapa pekerjaan perlu diulang.
Ketidaksesuaian antara desain dan implementasi aktual Saat pengerjaan, ditemukan bahwa beberapa komponen desain sulit direalisasikan secara teknis sehingga membutuhkan modifikasi.
Integrasi API antar service belum optimal Pada bagian back end, komunikasi antar service masih mengalami kendala seperti endpoint error, response tidak sesuai, atau data tidak sinkron.
Keterlambatan penyelesaian tugas individu Beberapa developer belum menyelesaikan fitur sesuai waktu yang ditentukan sehingga mempengaruhi progres tim secara keseluruhan.
Pembagian tugas kurang efektif Meskipun sudah dibagi oleh Developer Lead, masih terdapat ketidakseimbangan kompleksitas tugas antar anggota.
Kurangnya sinkronisasi antara front end dan back end Perubahan di salah satu sisi (frontend/backend) tidak selalu terkomunikasikan dengan baik, sehingga menyebabkan mismatch saat integrasi.
Masalah dalam manajemen repository GitHub Terjadi konflik saat merge branch, penamaan branch yang tidak konsisten, atau kesalahan push/pull yang menghambat kolaborasi.
Evaluasi belum ditindaklanjuti secara maksimal Hasil evaluasi dari Project Manager belum sepenuhnya diimplementasikan karena keterbatasan waktu atau kurangnya prioritas.
Masih adanya bug pada fitur yang dikembangkan Fitur yang sudah diimplementasikan masih memerlukan debugging karena belum berjalan sesuai dengan kebutuhan sistem.
Keterbatasan waktu sprint untuk revisi dan penyempurnaan Fokus tidak hanya pada implementasi, tetapi juga evaluasi membuat waktu pengerjaan menjadi lebih terbatas.
There are no rows in this table

Sprint 8

Goal : Melakukan Implementasi lanjutan dalam Pembuatan Website Desa SIbarani Nasampulu dan Melakukan pertemuan dengan Klien untuk menunjukkan hasil dan meminta saran dan perbaikan.
Kendala:
Penyesuaian kecil saat demo Terdapat beberapa perbaikan minor meskipun secara keseluruhan sudah sesuai dengan kebutuhan klien.
Bug ringan pada beberapa fitur Ditemukan error kecil saat pengujian langsung.
Keterbatasan waktu pertemuan Diskusi dengan klien tidak terlalu mendalam karena waktu terbatas.
Dokumentasi hasil pertemuan Perlu ketelitian agar semua hasil diskusi dan persetujuan klien tercatat dengan baik.
Koordinasi revisi kecil dalam tim Beberapa penyesuaian akhir tetap membutuhkan koordinasi cepat antar anggota tim.
Penambahan fitur berdasarkan revisi mata kuliah kriptografi Perlu penyesuaian implementasi (seperti enkripsi data atau keamanan sistem) yang belum direncanakan sebelumnya sehingga menambah beban pengerjaan.
There are no rows in this table

Sprint 9

Goal : Membuat design awal User Interface dari Aplikasi Mobile
Kendala:
Penyesuaian Jadwal bertemu Klien Sulitnya mengatur jadwal bertemu dengan klien dikarenakan jadwal yang tidak menentu.
There are no rows in this table

Sprint 10

Goal : Implementasi awal untuk pembuatan Arsitektur kode Aplikasi Mobile Desa Sibarani Nasampulu
Kendala:

There are no rows in this table

Sprint 11

Goal :
Kendala:

There are no rows in this table

Sprint 12

Goal :
Kendala:

There are no rows in this table

Sprint 13

Goal :
Kendala:

There are no rows in this table

Sprint 14

Goal :
Kendala:

There are no rows in this table

Sprint 15

Goal :
Kendala:

There are no rows in this table

Sprint 16

Goal :
Kendala:

There are no rows in this table
Sprint
Description
Sprint 1
1. Sprint Goal Mengumpulkan, memvalidasi, dan memahami kebutuhan awal Sistem Informasi Desa Sibarani Nasampulu sebagai dasar analisis dan perancangan sistem.
2. Selected Product Backlog Items
• Wawancara klien untuk menggali kebutuhan website desa. • Identifikasi permasalahan sistem informasi desa sebelumnya. • Penggalian kebutuhan fitur utama website desa. • Dokumentasi kebutuhan awal sistem. • Riset website referensi (website desa / pemerintahan).
3. Actionable Plan / Task Breakdown
• Menyusun daftar pertanyaan wawancara untuk klien. • Melakukan wawancara dengan pihak desa (online/offline). • Mendokumentasikan seluruh hasil diskusi dan kebutuhan klien. • Mengidentifikasi kendala sistem lama yang tidak digunakan. • Melakukan riset website referensi yang relevan. • Menganalisis kebutuhan awal sistem.
4. Deliverables / Increment Sprint 1
• Dokumen hasil wawancara klien. • Dokumen identifikasi masalah sistem lama. • Daftar kebutuhan awal Sistem Informasi Desa. • Hasil riset dan perbandingan website referensi.
Sprint 2
1. Sprint Goal Mengonfirmasi dan memformalkan kebutuhan sistem melalui klarifikasi ulang dengan klien serta penyusunan dokumen analisis sistem.
2. Selected Product Backlog Items
• Konfirmasi ulang fitur website desa dengan klien. • Brainstorming dan pematangan requirement sistem. • Penyusunan Software Requirement Specification (SRS). • Penyusunan Use Case Diagram. • Penyusunan Activity Diagram.
3. Actionable Plan / Task Breakdown
• Melakukan diskusi lanjutan dengan klien terkait fitur final website. • Menyempurnakan daftar kebutuhan sistem berdasarkan hasil klarifikasi. • Menyusun dokumen SRS. • Membuat Use Case Diagram sistem. • Membuat Activity Diagram alur proses sistem. • Review internal konsistensi requirement dan model sistem.
4. Deliverables / Increment Sprint 2
• Dokumen Software Requirement Specification (SRS). • Use Case Diagram Sistem Informasi Desa. • Activity Diagram Sistem Informasi Desa. • Daftar fitur final website desa.
sprint 3
1. Sprint Goal Menyiapkan fondasi sistem melalui pengumpulan data desa, perancangan basis data, serta penyusunan desain awal antarmuka website.
2. Selected Product Backlog Items
• Pengumpulan data dan dokumen dari Sekretaris Desa. • Penyusunan Entity Relationship Diagram (ERD). • Perancangan Database / Class Diagram. • Penyusunan struktur basis data. • Desain awal tampilan website di Figma.
3. Actionable Plan / Task Breakdown
• Berkoordinasi dengan Sekretaris Desa terkait kebutuhan data sistem. • Mengumpulkan data profil desa, kependudukan, kegiatan, dan keuangan. • Mengidentifikasi struktur data yang dibutuhkan sistem. • Menyusun Entity Relationship Diagram (ERD). • Membuat Database Diagram / Class Diagram. • Mendesain tampilan awal website (layout & konsep visual) di Figma. • Review internal kesesuaian data dan desain sistem.
4. Deliverables / Increment Sprint 3
• Dokumen data desa (hasil pengumpulan dari klien). • Entity Relationship Diagram (ERD). • Database Diagram / Class Diagram. • Desain awal antarmuka website di Figma.
sprint 4
1. Sprint Goal Melakukan Implementasi awal dalam Pembuatan Website Desa SIbarani Nasampulu
2. Selected Product Backlog Items
• Pengimplementasian Desain Front End sesuai dengan yang sudah di rencanakan di sprint 3
• Pengimplementasian Desain Back End sesuai dengan yang sudah di rencanakan di sprint 3
3. Actionable Plan / Task Breakdown
• Melakukan Pembagian Tugas dan tanggung jawab per fitur untuk Pengimplementasian Front End dan Back End
• Melakukan Implementasi sesuai dengan Tugas dan Tanggung Jawab masing masing untuk setiap Fitur yang telah dibagian untuk Developer Lead.
4. Deliverables / Increment Sprint 3
• Template awal kode untuk Front End dan Back End
• Kode awal yang sudah dikerjakan oleh Tim dalam bentuk kode di github dengan branch baru

sprint 5
1. Sprint Goal Melakukan Implementasi lanjutan dalam Pembuatan Website Desa SIbarani Nasampulu
2. Selected Product Backlog Items
• Pengimplementasian Desain Front End sesuai dengan yang sudah di rencanakan di sprint sebelumnya
• Pengimplementasian Desain Back End sesuai dengan yang sudah di rencanakan di sprint sebelumnya
3. Actionable Plan / Task Breakdown
• Melakukan Implementasi sesuai dengan Tugas dan Tanggung Jawab masing masing untuk setiap Fitur yang telah dibagian untuk Developer Lead.
• Melakukan evaluasi terhadap kesesuaian Tugas dan Tanggung Jawab masing masing untuk setiap Fitur yang telah dibagian untuk Developer Lead.
4. Deliverables / Increment Sprint 3
• Kode untuk fitur yang sudah dikerjakan oleh Tim dalam bentuk kode di github dengan branch baru
• Hasil evaluasi dalam bentuk saran langsung oleh Project Manajer
sprint 6
1. Sprint Goal Melakukan Implementasi lanjutan dalam Pembuatan Website Desa SIbarani Nasampulu
2. Selected Product Backlog Items
• Pengimplementasian Desain Front End sesuai dengan yang sudah di rencanakan di sprint sebelumnya
• Pengimplementasian Desain Back End sesuai dengan yang sudah di rencanakan di sprint sebelumnya
3. Actionable Plan / Task Breakdown
• Melakukan Implementasi sesuai dengan Tugas dan Tanggung Jawab masing masing untuk setiap Fitur yang telah dibagian untuk Developer Lead.
• Melakukan evaluasi terhadap kesesuaian Tugas dan Tanggung Jawab masing masing untuk setiap Fitur yang telah dibagian untuk Developer Lead.
4. Deliverables / Increment Sprint 3
• Kode untuk fitur yang sudah dikerjakan oleh Tim dalam bentuk kode di github dengan branch baru
• Hasil evaluasi dalam bentuk saran langsung oleh Project Manajer
sprint 7
1. Sprint Goal Melakukan Implementasi lanjutan dalam Pembuatan Website Desa SIbarani Nasampulu
2. Selected Product Backlog Items
• Pengimplementasian Desain Front End sesuai dengan yang sudah di rencanakan di sprint sebelumnya
• Pengimplementasian Desain Back End sesuai dengan yang sudah di rencanakan di sprint sebelumnya
3. Actionable Plan / Task Breakdown
• Melakukan Implementasi sesuai dengan Tugas dan Tanggung Jawab masing masing untuk setiap Fitur yang telah dibagian untuk Developer Lead.
• Melakukan evaluasi terhadap kesesuaian Tugas dan Tanggung Jawab masing masing untuk setiap Fitur yang telah dibagian untuk Developer Lead.
4. Deliverables / Increment Sprint 3
• Kode untuk fitur yang sudah dikerjakan oleh Tim dalam bentuk kode di github dengan branch baru
• Hasil evaluasi dalam bentuk saran langsung oleh Project Manajer
sprint 8
1. Sprint Goal Melakukan Implementasi lanjutan dalam Pembuatan Website Desa SIbarani Nasampulu dan Melakukan pertemuan dengan Klien untuk menunjukkan hasil dan meminta saran dan perbaikan.
2. Selected Product Backlog Items
• Pengimplementasian Desain Front End sesuai dengan yang sudah di rencanakan di sprint sebelumnya
• Pengimplementasian Desain Back End sesuai dengan yang sudah di rencanakan di sprint sebelumnya
• Melakukan Pertemuan dengan Klien
3. Actionable Plan / Task Breakdown
• Melakukan Implementasi sesuai dengan Tugas dan Tanggung Jawab masing masing untuk setiap Fitur yang telah dibagian untuk Developer Lead.
• Melakukan evaluasi terhadap kesesuaian Tugas dan Tanggung Jawab masing masing untuk setiap Fitur yang telah dibagian untuk Developer Lead.
• Memastikan Bahwa setiap Fitur dan Design web sudah sesuai dengan Permintaan klien
4. Deliverables / Increment Sprint 8
• Kode untuk fitur yang sudah dikerjakan oleh Tim dalam bentuk kode di github dengan branch baru
• Hasil evaluasi dalam bentuk saran langsung oleh Project Manajer
• Hasil pertemuan dengan klien dalam bentuk catatan dalam note dan dokumentasi secara langsung
sprint 9
1. Sprint Goal Membuat design awal User Interface dari Aplikasi Mobile
2. Selected Product Backlog Items
• Membuat Design Aplikasi Mobile dengan tools figma
3. Actionable Plan / Task Breakdown
• Melakukan Pembagian Tugas dan Tanggung Jawab untuk melakukan design oleh Project Manager.
4. Deliverables / Increment Sprint 3
• Design Tampilan awal Aplikasi Mobile dalam bentuk Figma
sprint 10
1. Sprint Goal Implementasi awal untuk pembuatan Arsitektur kode Aplikasi Mobile Desa Sibarani Nasampulu
2. Selected Product Backlog Items
• Pengintegrasian Design Front End dan Back End dari Mobile Application
3. Actionable Plan / Task Breakdown
• Melakukan Pembagian Tugas dan Tanggung Jawab oleh Developer Lead.
• Melakukan Implementasi sesuai dengan Tugas dan Tanggung Jawab masing masing untuk setiap Fitur yang telah dibagian untuk Developer Lead.
4. Deliverables / Increment Sprint 3
• Kode awal untuk fitur yang sudah dikerjakan oleh Tim dalam bentuk kode di github dengan branch baru
• Template awal kode untuk Front End dan Back End dari Mobile Application.
sprint 11
1. Sprint Goal Menyelesaikan Progress Implementasi Kode sebesar 40% dari Aplikasi Akhir
2. Selected Product Backlog Items
• Melakukan pengerjaan fitur yang sudah dibagikan
3. Actionable Plan / Task Breakdown
admin (Penyempurnaan & Finalisasi)
• APBDes – (Aron): Validasi data & koneksi ke Public • Berita – (Alberton): Perbaikan CRUD & tampilan • Dashboard – (Stacia): Sinkronisasi data real-time • IDM – (Wahyu): Finalisasi perhitungan & visualisasi • Kegiatan Desa – (Aisah): Penyempurnaan input & output data • Infografis – (Binje): Perbaikan tampilan visual • Login – (Rahel): Validasi autentikasi & keamanan
Layouts
• Admin – (Ridho): Konsistensi tampilan seluruh halaman • Public – (Sam): Responsiveness & navigasi
Public (Penyelesaian & Integrasi)
• APBDes – (Iel): Sinkronisasi dengan Admin • Berita – (Oben): Tampilan & detail berita • Beranda – (Tasya): Integrasi semua komponen utama • IDM – (Josua): Menampilkan data hasil dari Admin • Kegiatan – (Zefanya): Sinkronisasi data kegiatan
4. Deliverables / Increment Sprint 3
• Kode untuk setiap fitur yang sudah dikerjakan oleh Tim dalam bentuk kode di github dengan branch baru.
sprint 12
Sprint 12 1. Sprint Goal
Menyelesaikan seluruh fitur yang belum selesai serta memastikan integrasi antara modul Admin dan Public berjalan dengan baik hingga mencapai 90% kesiapan aplikasi akhir.
2. Selected Product Backlog Items
• Penyelesaian fitur yang masih dalam tahap pengembangan atau belum optimal • Perbaikan bug dan penyempurnaan UI/UX pada fitur yang sudah dibuat • Integrasi data antara fitur Admin dan Public • Validasi fungsi login dan hak akses pengguna
3. Actionable Plan / Task Breakdown Admin (Penyempurnaan & Finalisasi)
• APBDes – (Aron): Validasi data & koneksi ke Public • Berita – (Alberton): Perbaikan CRUD & tampilan • Dashboard – (Stacia): Sinkronisasi data real-time • IDM – (Wahyu): Finalisasi perhitungan & visualisasi • Kegiatan Desa – (Aisah): Penyempurnaan input & output data • Infografis – (Binje): Perbaikan tampilan visual • Login – (Rahel): Validasi autentikasi & keamanan
Layouts
• Admin – (Ridho): Konsistensi tampilan seluruh halaman • Public – (Sam): Responsiveness & navigasi
Public (Penyelesaian & Integrasi)
• APBDes – (Iel): Sinkronisasi dengan Admin • Berita – (Oben): Tampilan & detail berita • Beranda – (Tasya): Integrasi semua komponen utama • IDM – (Josua): Menampilkan data hasil dari Admin • Kegiatan – (Zefanya): Sinkronisasi data kegiatan
4. Deliverables / Increment Sprint 12
• Seluruh fitur Admin & Public sudah terhubung dan berjalan • Tidak ada error utama (major bug) pada sistem • Kode final tersimpan di GitHub (merge ke branch utama / release branch) • Aplikasi siap untuk tahap testing akhir / demo
There are no rows in this table

Want to print your doc?
This is not the way.
Try clicking the ··· in the right corner or using a keyboard shortcut (
CtrlP
) instead.