Skip to content

Informasi Awal

info

Laporan Awal Tim LOVISE

Masterplan Pembukaan Toko di Purwokerto

DM Lovise Group – Juni 2025

Level 1 – Demografi & Sosial Ekonomi

A. Usia

Dominan: 20–45 tahun
Termasuk: mahasiswa, pekerja, keluarga muda

B. Status Pekerjaan

Pekerja formal: 37,9% (kantoran, ASN, swasta)
Pekerja informal/wirausaha: sisanya

C. Pendidikan

Mayoritas SMA
Mayoritas S1
Kampus besar: Unsoed, Politeknik

D. Wilayah Padat Penduduk

Purwokerto Timur
Purwokerto Selatan
Karakter: dekat kampus, perumahan, sentra aktivitas

E. Pertumbuhan Properti

Kawasan timur: Unsoed, Arcawinangun, Berkoh, Karangwangkal

Level 2 – Pendapatan & Kelas Ekonomi

A. Rata-rata Pendapatan

Pekerja formal: Rp 3 – 6 juta/bulan
Pengusaha/ASN manajerial: Rp 6 juta+
Pengeluaran barang tahan lama: 4–5% dari total rumah tangga/bulan

B. Kelas Penghasilan – Purwokerto

Kelas Bawah: ≤ Rp 2,3 juta – 40–50%
Kelas Menengah: Rp 3–10 juta – 40–50%
Kelas Atas: ≥ Rp 10 juta – 5–10%

C. Distribusi Kelas – Banyumas

Bawah: 30–40%
Menengah: 45–55%
Atas: 5–15%

D. Distribusi Kelas – Pangandaran

Bawah: < Rp 2 juta – 30–40%
Menengah: Rp 2–10 juta – 50–60%
Atas: ≥ Rp 10 juta – 5–10%

E. Distribusi Kelas – Yogyakarta (perbandingan)

Bawah: < Rp 2,2–2,5 juta – 30–35%
Menengah: Rp 2,5–10 juta – 50–60%
Atas: ≥ Rp 10 juta – 10–15%

Level 3 – Konsumsi Produk Tahan Lama

A. Banjarnegara

Per kapita: Rp 852 ribu
Keluarga: Rp 2,6 – 3,4 juta
Furnitur: Rp 104 ribu/bulan

B. Cilacap

Per kapita: Rp 1 juta
Keluarga: Rp 3 – 4 juta
Furnitur: Rp 120 ribu/bulan

C. Kebumen

Per kapita: Rp 1,028 juta
Keluarga: Rp 3,1 – 4,3 juta
Furnitur: Rp 41 ribu/bulan

D. Pangandaran

Per kapita: Rp 1,368 juta
Keluarga: Rp 4,1 – 5,5 juta
Furnitur: Rp 164 ribu/bulan

E. Kota sekitar yang belanja di Purwokerto

Alasan: pendidikan (Unsoed, Telkom), hiburan (Rita Mall)
Asal: Magelang, Brebes, Kebumen, Cilacap, Pangandaran, Banjarnegara, Ciamis
Insight:
Cicilan melalui leasing = solusi pembiayaan.
Harus masuk ke target market Lovise, bukan sekadar level sofa Depo.

Level 4 – Psikografis Konsumen

A. Gaya Hidup

Praktis
Kenyamanan
Estetika modern

B. Preferensi Desain

Minimalis
Japandi
Skandinavia

C. Kebiasaan Belanja

Offline dominan
Responsif terhadap promo online (Tokped, IG Ads)

D. Sikap terhadap Brand Lokal

“Produk lokal” dianggap tidak kekinian/ndeso
“Brand Jogja + company profile” → lebih menarik

E. Kebutuhan Furnitur

Multifungsi
Hemat ruang
Custom
Cocok rumah kecil/kosan

F. Media Konsumsi

Instagram
TikTok
YouTube (20–35 tahun)

G. Kecenderungan Pembelian

Sangat sensitif harga
Kelas premium mau bayar lebih (informa/atria users: 5–10% penduduk)

H. Motivasi Utama

Kepraktisan
Estetika penting
Material murah tidak masalah

Level 5 – Kompetitor

A. Informa Living Plaza

Format: Big box nasional, home living
Kelebihan: brand nasional, lengkap, promo cicilan
Kekurangan: desain standar, biaya sewa tinggi, kurang lokal
Posisi: kompetitor kuat mid-high

B. Depo Pelita Sokaraja

Format: Giant home center + supermarket
Kelebihan: one-stop shopping, family friendly
Kekurangan: furnitur massal, kurang modern
Posisi: ancaman kuat segmen family shopping

C. Depo Pelita Bahan Bangunan

Format: hardware, building material, furnitur
Kelebihan: komplet proyek bangunan
Kekurangan: kurang estetika, nuansa utilitarian
Posisi: kuat di segmen renovasi/kontraktor

D. ATRIA (Mitra20)

Format: Retail home living & furniture
Kelebihan: produk lengkap, brand nasional
Kekurangan: model katalog, personalisasi kurang
Posisi: kompetitor mid-high

E. Prince Furniture

Format: Sofa & furnitur kantor/café
Kelebihan: harga pabrik, spesialis B2B
Kekurangan: kurang lifestyle-friendly
Posisi: niche kantor/café

F. Furnicenter Purwokerto

Format: Grosir/eceran furniture ekonomis
Kelebihan: harga murah, aktif online
Kekurangan: produk terbatas, non-premium
Posisi: saingan segmen budget

Level 6 – SWOT Analysis

A. Strengths

Posisi strategis (pusat ekonomi, pendidikan, transportasi)
Populasi produktif besar
Pertumbuhan kelas menengah
Ruang diferensiasi furnitur stylish/custom
Potensi sinergi online–offline

B. Weaknesses

Daya beli variatif, UMR rendah
Brand awareness Lovise rendah
Distribusi/logistik bergantung gudang pusat
Adaptasi selera lokal diperlukan

C. Opportunities

Pertumbuhan perumahan baru (Purwokerto–Sokaraja–Kalibagor)
Kolaborasi lokal (desainer interior, toko bangunan, Rita Mall, Mitra20)
Produk “Lovise Lite” untuk kelas menengah
Event komunitas & live selling lokal

D. Threats

Persaingan brand nasional (Informa, Olympic, Atria)
Sensitivitas harga tinggi
Risiko salah lokasi → traffic rendah
Keterbatasan SDM retail premium

Level 7 – Rencana Eksekusi

A. Event Aktivasi – Homeyfest Rita Mall

Lokasi: Atrium Rita Mall
Biaya: Rp 33 juta (5 hari, 56 m², excl. listrik)
Estimasi: Rp 60–70 juta/2 minggu; Rp 168 juta/1 bulan

B. Rencana Outlet Baru

Ruko 1 (Jl. Gatot Subroto)
Tanah 430 m², bangunan 300 m², 1 lantai
Harga: Rp 125 juta/tahun
Lokasi: Purwokerto Timur
Ruko 2 (Dekat Rita Mall)
3 lantai, lebar 8 m
Harga: Rp 275 juta/tahun
Ruko 3 (Jl. S. Parman, 2,6 km dari kota)
Tanah 1000 m², bangunan 800 m²
Harga: Rp 150 juta/tahun
Syarat: minimal sewa 2–3 tahun

C. Operasional, SDM, Marketing

Akan dirumuskan setelah titik distribusi dipilih
Dengan pendekatan ini, semua informasi disusun dalam hierarki sistemik: ​(1) Demografi → (2) Ekonomi → (3) Konsumsi → (4) Psikografis → (5) Kompetitor → (6) SWOT → (7) Rencana.

Want to print your doc?
This is not the way.
Try clicking the ··· in the right corner or using a keyboard shortcut (
CtrlP
) instead.