Demografi & Konsumen → kepadatan Purwokerto Selatan melonjak tajam.
Kesimpulan Hasil Analisa Data Mengenai Demografi & Target Konsumen
Banyumas tumbuh ~1%/tahun → Purwokerto sedikit lebih rendah, tapi tetap magnet urban.
Purwokerto Selatan menjadi pusat urbanisasi baru, Barat & Timur sudah padat (pasar mapan), Utara stabil tumbuh.
Potensi target konsumen lebih mengarah pada middle class urban dengan kebutuhan jasa, hunian, lifestyle.
SWOT Final Kategori 2 (Purwokerto)
Strength: Pasar padat, stabil, segmen konsumen jelas.
Weakness: Pertumbuhan terbatas, risiko stagnasi.
Opportunity: Urbanisasi di Selatan, lifestyle di Barat/Timur, stabilitas di Utara.
Threat: Infrastruktur terbebani, pasar cepat jenuh, biaya ruang mahal.
Laju Pertumbuhan Penduduk Purwokerto (%)
Kecamatan
2021
2022
2023
2024
Tren
Kecamatan
2021
2022
2023
2024
Tren
Purwokerto Selatan
1,21
0,59
0,72
0,96
fluktuatif, rebound 2024
Purwokerto Barat
1,21
0,59
0,72
0,71
cenderung menurun
Purwokerto Timur
1,32
0,72
0,72
0,71
menurun stabil
Purwokerto Utara
1,21
0,59
0,72
0,73
stagnan rendah
There are no rows in this table
Analisis
Fundamental: Pertumbuhan relatif rendah (±0,6–0,9%/tahun), artinya pasar stabil tapi tidak eksplosif.
Teknis: Selatan sempat turun drastis tapi rebound → indikasi urbanisasi masuk ke wilayah baru. Timur cenderung stagnan → risiko kejenuhan.
Relevansi Banyumas → Purwokerto
Kabupaten Banyumas rata-rata pertumbuhan ~1,0%. Purwokerto sedikit di bawah rata-rata, artinya wilayah lain mulai menyerap penduduk, tapi Purwokerto masih pusat urban.
SWOT (Purwokerto, Tabel 2)
Strengths: Populasi stabil, basis konsumen jelas.
Weaknesses: Pertumbuhan rendah, pasar tidak ekspansif.
Opportunities: Segmentasi pasar lebih mudah (tidak berubah drastis).
Threats: Pasar cepat jenuh, potensi migrasi keluar kota besar.
Kepadatan Penduduk Purwokerto (jiwa/km²)
There are no rows in this table
Analisis
Fundamental: Barat & Timur sangat padat (6.600–7.300 jiwa/km²) → pasar matang & mapan. Selatan meningkat tajam → wilayah ekspansi baru. Utara konsisten naik → stabil berkembang.
Teknis: Lonjakan Selatan (+20% setahun) menunjukkan percepatan urbanisasi → peluang ritel, F&B, perumahan. Timur rawan stagnasi.
Relevansi Banyumas → Purwokerto
Banyumas rata-rata kepadatan 1.391 jiwa/km² → Purwokerto 4–7 kali lipat lebih padat → jelas pusat aktivitas.
Ini menegaskan Purwokerto = magnet ekonomi & konsumen utama Banyumas.
SWOT
Strengths: Kepadatan tinggi → captive market besar.
Weaknesses: Ruang terbatas, tekanan infrastruktur.