JavaScript required
We’re sorry, but Coda doesn’t work properly without JavaScript enabled.
Skip to content
Riset Kuantitatif & Kualitatif - LOVISE To Purwokerto
Masterplan Pembukaan Toko di Purwokerto
Proses Analisis LOVISE Purwokerto
LOVISE
More
Share
Explore
ANALISIS MAP BANYUMAS - > PURWOKERTO
Indikator digital
Analisis Toko Mebel
Target Konsumen Potensial
Statistik UMKM Purwokerto
Model B2B Purwokerto
Analisis Demografis Purwokerto
Heatmap Konseptual Purwokerto
Analisis Map Purwokerto → pusat furnitur & lifestyle dengan potensi ekspansi modern.
Sintesis Tabel
Indikator Digital
Google Suggest/Trends tunjukkan stabilitas demand furnitur Purwokerto.
Keyword populer:
Informa
,
Prince
, “sofa murah Purwokerto”.
Tren musiman (awal semester, akhir tahun) jadi pemicu lonjakan pencarian.
Analisis Toko Mebel
Informa dominan (traffic 5/5, durasi kunjungan panjang).
Toko kampus (Prince, Interistic) stabil siang hari → mahasiswa & keluarga muda.
Toko pasar/stasiun → transaksi cepat pagi hari.
Jalur antar-kota (Continental, Sabar Jaya) → traffic rendah, musiman akhir pekan.
Target Konsumen Potensial
Basis mahasiswa ±70 ribu orang → captive market furnitur sederhana.
Keluarga menengah di cluster baru → demand furnitur premium.
Instansi, hotel, universitas → kontrak furnitur B2B.
Statistik UMKM Banyumas
±100 ribu UMKM aktif; 12,7 ribu industri pengolahan (basis furnitur).
Hanya 3,2% aktif inkubasi, 5.400 kuliner sudah digital.
Potensi besar untuk digitalisasi & integrasi supply chain furnitur.
Model B2B Purwokerto
Hub transportasi & pendidikan Jawa Tengah Selatan.
Lahan relatif lebih murah dibanding Jogja/Semarang.
Potensi kontrak dengan universitas, rumah sakit, hotel, pemerintahan.
Analisis Demografis
Selatan: populasi terbesar → distribusi & gudang.
Timur/Utara: dekat kampus → layanan edukasi, coworking, digital.
Barat: dekat stasiun → logistik & distribusi cepat.
Heatmap Konseptual
Pusat kota & mal → kepadatan tertinggi (urban lifestyle).
Kampus → traffic stabil harian (mahasiswa).
Permukiman padat → pasar rumah tangga konsisten.
Dampak Banyumas → Purwokerto
Purwokerto =
epicentrum furnitur & lifestyle Banyumas
, dengan pola konsumsi digital, offline, dan B2B terkonsentrasi di kota.
Kombinasi
mahasiswa, keluarga muda, kelas menengah urban
menjadikan pasar multi-segmen yang unik.
Basis UMKM & industri pengolahan kayu bisa menopang supply chain furnitur regional.
Demografi & infrastruktur menjadikan Purwokerto pusat distribusi sekaligus pasar retail furnitur.
SWOT Final (Purwokerto – Bisnis Furnitur )
Strengths
Demand furnitur & lifestyle stabil dan tumbuh eksplosif.
Captive market: mahasiswa, keluarga muda, instansi.
Hub transportasi & pendidikan menjadikan Purwokerto pusat distribusi.
Weaknesses
Toko lokal kecil lemah brand recall vs brand nasional.
Infrastruktur hiburan & logistik modern masih terbatas.
Segmentasi harga terlalu lebar → risiko salah positioning.
Opportunities
Ekspansi mall, showroom furnitur, coworking, kafe lifestyle.
Bundling furnitur mahasiswa, kontrak instansi & hotel.
Digitalisasi UMKM furnitur Banyumas ke marketplace nasional.
Branding budaya lokal + lifestyle urban untuk daya tarik ekonomi kreatif.
Threats
Persaingan kuat dari Jogja & Semarang.
Penetrasi marketplace dengan harga murah.
Oversupply showroom/lifestyle → pasar jenuh.
Inflasi/krisis → belanja kembali ke kebutuhan pokok.
Want to print your doc?
This is not the way.
Try clicking the ··· in the right corner or using a keyboard shortcut (
Ctrl
P
) instead.