Laporan Hasil Tes Kognitif AJT
Identitas Dasar
Subjek: Fery (laki-laki, usia 25 tahun) Tanggal Lahir: 04 Februari 2000 Jabatan: Tim Produksi (Mahacraft) Tanggal Analisis: 23 Agustus 2025 Metode: Analisis teks berdasarkan kerangka 7 Broad Ability AJT – CHC Theory 1. Tujuan Pemeriksaan
Mengidentifikasi kualitas berpikir Fery dalam menyusun teks—dari diksi, struktur kalimat, dan narasi, hingga nilai komunikasi yang muncul—dengan pendekatan 7 Broad Ability AJT.
2. Instrumen
Simulasi Tes Kognitif AJT (berbasis teks prompt) Skala: Skor Standar (Rata-rata = 100, Simpangan Baku = 15) 3. Hasil Tes
Keterangan Skor Standar (Mean = 100, SD = 15):
130 ke atas → Sangat Tinggi 69 ke bawah → Sangat Rendah 4. Profil Kekuatan dan Tantangan
Kekuatan:
Kosakata fungsional dan tepat guna (Gc) Penyusunan urutan kerja/logika visual (Gv) Tantangan:
Koherensi dalam narasi panjang (Gsm) Variasi dalam ekspresi & pemilihan kata (Glr) Ritme saat dibacakan agar lebih hidup dan komunikatif (Ga) 5. Rekomendasi Pengembangan
Struktur Kalimat (Gsm):
Bagi kalimat panjang menjadi beberapa bagian pendek Tambahkan transisi logis antarpoin dan paragraf Variasi Diksi (Glr):
Gunakan padanan kata (mis. “mencatat” → “mendokumentasikan”) Perbanyak frasa alternatif untuk mencegah repetisi Koherensi Narasi:
Terapkan pola: Masalah → Analisis → Solusi → Tindak Lanjut Ritme Bacaan (Ga):
Tambahkan tanda baca (koma, titik koma) untuk jeda alami Gunakan kata hubung yang membantu pembaca mengikuti alur 6. Kesimpulan
Fery menunjukkan kekuatan di penggunaan kosakata yang efisien (Gc) dan penyusunan informasi secara visual (Gv). Namun, masih ada tantangan dalam menjaga alur narasi panjang (Gsm), variasi bahasa (Glr), serta kenyamanan bacaan lisan (Ga). Dengan perbaikan ringan dalam struktur dan diksi, teks Fery bisa menjadi lebih jernih, variatif, dan komunikatif.
7. Implikasi dalam Dunia Kerja
Table - Implikasi di Dunia Kerja Fery
8. Simpulan Relasi dengan Dunia Kerja
Kekuatan utama:
Memahami instruksi tertulis dan visual dengan baik (Gc & Gv) Konsisten dalam menjalankan SOP dan prosedur kerja Tantangan:
Kesulitan menjaga alur kerja kompleks Keterbatasan dalam variasi komunikasi verbal atau improvisasi Implikasi kerja di Mahacraft:
Fery cocok untuk posisi produksi teknis dengan instruksi tertulis atau visual yang jelas. Akan lebih efektif bila didampingi dengan checklist, supervisi bertahap, dan template kerja. Bila sudah terbiasa, Fery dapat bekerja dengan ritme stabil dan hasil yang konsisten.