Skip to content

Denis Saputra

Laporan Hasil Tes Kognitif AJT

Identitas Dasar

Subjek: Prompt dari Denis Saputra (laki-laki, usia 23 tahun)
Tanggal Analisis: 23 Agustus 2025
Metode: Analisis teks berdasarkan kerangka 7 Broad Ability AJT – CHC Theory

1. Tujuan Pemeriksaan

Menganalisis kualitas kognitif Denis melalui gaya penyusunan prompt—meliputi diksi, struktur kalimat, narasi, dan pola berpikir—dengan pendekatan 7 Broad Ability AJT.

2. Instrumen

Simulasi Tes Kognitif AJT (berbasis teks prompt)
Skala: Skor Standar (Rata-rata = 100, Simpangan Baku = 15)

3. Hasil Tes

Table - Hasil Tes Denis
Kemampuan Umum
Fokus Bahasa
Skor
Interpretasi
Gc – Pemahaman
Kosakata & diksi
95
Rata-rata. Instruksi cukup jelas meskipun masih sederhana.
Gf – Penalaran Cair
Logika & struktur
100
Rata-rata. Alur instruksi tersusun cukup rapi.
Gsm – Memori Kerja
Narasi panjang
87
Agak rendah. Instruksi cenderung terpotong dan tidak konsisten.
Gv – Visualisasi
Penyusunan daftar
105
Di atas rata-rata. Sudah terbiasa membuat list dan struktur.
Ga – Auditori
Ritme bacaan
90
Di bawah rata-rata. Teks terdengar monoton jika dibacakan.
Gs – Kecepatan Proses
Eksekusi ide
93
Rata-rata bawah. Menulis cepat, tapi sering mengulang hal yang sama.
Glr – Efisiensi Belajar
Pola & variasi bahasa
85
Rendah. Instruksi berulang tanpa variasi struktur.
There are no rows in this table
Keterangan Skor Standar (Mean = 100, SD = 15):
130 ke atas → Sangat Tinggi
116 – 129 → Tinggi
85 – 115 → Rata-rata
70 – 84 → Rendah
69 ke bawah → Sangat Rendah

4. Profil Kekuatan dan Tantangan

Kekuatan:
Penyusunan daftar dan struktur visual (Gv)
Alur logika instruksi cukup stabil (Gf)
Tantangan:
Koherensi dalam narasi panjang (Gsm)
Variasi ekspresi & penyusunan ulang kalimat (Glr)
Ritme teks saat dibaca lisan (Ga)

5. Rekomendasi Pengembangan

Struktur Narasi (Gsm):
Gabungkan instruksi serupa dalam satu kerangka.
Gunakan pola: Urutan → Rincian → Checklist.
Variasi Bahasa (Glr):
Gunakan padanan kata (mis. “daftar tugas” vs “list pekerjaan”).
Hindari pengulangan frasa dengan redaksi yang sama.
Visualisasi Tugas (Gv):
Gunakan tabel atau bullet untuk membedakan divisi.
Tandai progres dengan format visual konsisten.
Ritme Bacaan (Ga):
Tambahkan tanda jeda seperti titik koma atau subjudul.
Gunakan kata penghubung untuk menjaga aliran bacaan.

6. Kesimpulan

Denis menunjukkan kekuatan dalam penyusunan visual dan logika instruksi. Namun, ada tantangan dalam menjaga alur narasi panjang, variasi diksi, dan kenyamanan ritme bacaan. Dengan penyusunan yang lebih terstruktur dan ekspresi yang lebih variatif, pesan dapat disampaikan lebih efektif.

7. Implikasi dalam Dunia Kerja

Table - Implikasi di Dunia Kerja Denis
There are no rows in this table

8. Simpulan Relasi dengan Dunia Kerja

Kekuatan utama:
Visualisasi kerja (Gv) dan alur instruksi (Gf).
Cocok untuk peran administratif, koordinasi internal, dan pendokumentasian tugas.
Tantangan:
Kurangnya variasi dalam penyusunan narasi panjang dan ekspresi verbal.
Instruksi lisan atau improvisasi masih perlu latihan dan pendampingan.
Implikasi: Denis akan lebih optimal dalam pekerjaan back office atau support, terutama yang menggunakan checklist, form, dan laporan visual. Untuk komunikasi verbal atau narasi kompleks, dibutuhkan kolaborasi atau panduan yang lebih jelas.
Want to print your doc?
This is not the way.
Try clicking the ··· in the right corner or using a keyboard shortcut (
CtrlP
) instead.